![]() | |
| https://infofadhl.files.wordpress.com/2012/03/gersang.jpg |
Tidak. Kami tidak merasakan takut sama sekali. Gelisah pun tidak. Bagaimana dahsyatnya perang antara dunia barat dan timur tengah. Perang yang dipimpin oleh panglima masing-masing peradaban. Di dalam buku-buku pelajaran, kita sering menyebutnya sebagai Imam Mahdi. Sosok panglima yang akan memimpin kaum muslimin dalam peperangan akhir zaman. Seorang pemuda yang takdirnya telah disebutkan dalam riwayat sahih ribuan tahun silam. Tentu kalian juga mengimani tentang turunnya Nabi Isa Alaihissalam. Seseorang yang akan memimpin negeri ini dalam waktu puluhan tahun. Mengembalikan kejayaan-kejayaan Islam yang dulu pernah dijanjikan.
Kalian pernah mendengar cerita tentang Dajjal? Sesosok bermata picak, dengan ukiran ka fa ro (kafir) di dahinya? Ia yang akan menebarkan fitnah-fitnah ke seluruh penjuru dunia, sampai tidak ada satupun desa, kecuali pasti terancam oleh fitnahnya?
Kami tidak pernah takut sama sekali. Sebab itu hanya ada dalam buku-buku sejarah yang tercetak rapi di perpustakaan-perpustakaan sekolah. Kisah tentang Dajjal yang menebar fitnah ke seluruh penjuru dunia. Kisah tentang asteroid yang akan menabrak bumi dan menghempaskan debu-debu (Dukhan) yang menyelimuti langit. Semuanya ada di buku-buku sejarah sekolah. Kalau ada kesempatan, Ustadz Fikri, Wali Kelas kami akan menceritakan kisah-kisah seru penaklukan Yerussalem. Kalau beliau sudah membuka kisah itu, semuanya pasti akan berminat untuk duduk mendengarkan.
Namaku Aslam, murid kelas 7. Oh, maaf. Aku belum menceritakannya. Semua sekolah di sini terstandarisasi secara islami. Tidak ada sekolah umum. Maka jika kusebutkan kelas tujuh, maka sebenarnya aku sedang menyebutkan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Aku bercita-cita menjadi penghafal Al-Quran. In Shaa Allah.
Aku menulis ini, entah untuk siapapun yang nantinya akan membaca. Sebab Huzair, seorang pemimpin perang tatkala itu, juga menuliskan seluruh kisah-kisah heroiknya bersama pasukan Yaman. Ia tidak pernah tahu siapa yang akan membaca, tapi ia hanya terus menuliskannya saja. Dan sekarang, tulisan itu telah tersebar menjadi artefak peninggalan sejarah tentang peperangan akhir zaman. Ya. Aku menuliskan ini, siapa tahu juga akan menjadi artefak yang menjelaskan semuanya. Kehidupan pasca perang akhir zaman.
Aku cukupi dulu diari pertamaku ini. Aku harus membereskan barang-barang di asrama. Satu lagi, ini adalah hari pertamaku sebagai murid kelas tujuh. Di sini, sepuluh tahun setelah peperangan akhir zaman itu berakhir, kami mencoba membangun peradaban yang menawan. Kalian pasti akan melewatkan banyak hal jika tidak kuceritakan!
Aslam,
Kota Saman, 7 Muharam 1490 Hijriyah.
